News Update :
Home » » Laporan Studi Komparasi Perkotaan

Laporan Studi Komparasi Perkotaan

Penulis : Monalia Sakwati on Thursday, May 17, 2012 | 7:14 AM


LAPORAN PENELITIAN
MATA KULIAH SOSIOLOGI PERKOTAAN


 STUDI KOMPARASI”
PERBANDINGAN PASAR TRADISIONAL ANTARA DI PASAR BARU  BANDUNG DENGAN PASAR BAMBU KUNING LAMPUNG



Oleh :


NAMA            : MONALIA SAKWATI
NPM               : 1016011099
FAK/JUR       : ISIP/SOSIOLOGI
SEMESTER : IV (EMPAT)
KELAS          : GANJIL (A)



FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS LAMPUNG





BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
       Pasar merupakan suatu tempat terjadinya transaksi jual beli barang keperluan sehari-hari. Keberadaan pasar walaupun sederhana namun sangat diharapkan individu baik penjual maupun pembeli. Pasar menurut jenisnya terdiri atas 2 macam yaitu pasar tradisional dan pasar modern (swalayan).
       Pasar tradisional merupakan ciri bagi negara berkembang dengan tingkat pendapatan dan perekonomian masyarakat yang relatif rendah sehingga lebih sering berbelanja ke pasar tradisional. Namun sesuai dengan perkembangan jaman budaya masyarakat sudah mulai bergeser dan beralih ke pasar modern ritel sehingga pasar tradisional tidak hanya menghadapi persaingan sesama ritel tradisional tetapi ritel pasar modern. (Sri, 2007) Pasar tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar- menawar. Bangunan pada umumnya terdiri dari kios-kios atau gerai, los dan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengolah pasar. Pasar ini paling banyak menjual kebutuhan sehari-hari (sembako) seperti bahan-bahan makanan, misalnya ikan, buah-buahan, sayur-sayuran, pakaian, barang elektronik dan jasa-jasa lainnya. (Wikipedia, 2008)
       Di pasar tradisional sampai saat ini masyarakat tetap menginginkan produk kebutuhan sehari-hari (sembako), terutama bahan mentah. Untuk komoditas sembako banyak pedagang di pasar tradisional mampu bersaing dengan memberikan harga yang relatif murah dan produk segar, sedangkan di pasar modern masih memberikan harga yang lebih tinggi kerena kualitas, pengemasan dan display (penyajian) jauh lebih baik. (Albert, 2007)
Pedagang pasar tradisional selalu dihadapkan pada masalah permodalan dan jaminan/asuransi atas barang dagangan. Strategi pengadaan barang yang menjadi srategi utama pedagang tradisional adalah membeli barang dagangan dalam bentuk tunai dengan menggunakan dana pribadi. Kondisi ini berdampak negatif terhadap usaha. Pedagang menjadi sangat rentan terhadap kerugian yang disebabkan oleh rusaknya barang dagangan dan fluktuasi harga. (Albert, 2007)
       Di dalam pasar tradisional juga di dalam tawar menawarnya jika kita sudah jadi pelanggan dan kenal sama pedagangnya kita bisa dapat harga murah.apalagi kita kalau satu daerah misalnya di pasar baru itu kebanyakan yang berbahasa sunda jika kita menawar dengan berbahasa sunda juga kita bisa dapat harga murah alasannya karena sama - sama satu daerah.
       Alasan saya mengambil judul ini adalah melihat bagaimana perbandingan perkembangan dan kualitas dari pasar tradisional yang ada di Provinsi Lampung dengan Provinsi Jawa Barat. Selain itu melihat bagaimana pengaruh penggunaan bahasa daerah di dalam tawar-menawar yang ada di pasar tradisional terhadap harga suatu produk. Peneliti juga memberikan informasi kepada pembaca guna memberikan gambaran di dalam pasar tradisional seperti Pasar Baru Bandung dengan Pasar Bambu Kuning Bandar Lampung.

B. Rumusan Masalah
1.    Apa yang membedakan antara Pasar Baru dengan Pasar Bambu Kuning ?
2.    Bagaimana bahasa daerah yang digunakan di Pasar Baru dengan Pasar Bambu Kuning?
3.    Adakah pengaruh bahasa daerah dalam tawar-menawar di dalam pasar tradisional seperti di Pasar Baru dan Pasar Bambu Kuning ?

C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.      Untuk mengetahui perbedaan dari Pasar Baru di Bandung dengan Pasar Bambu Kuning di Lampung.
2.      Untuk mengetahui pengaruh bahasa daerah dalam tawar-menawar di pasar tradisional

D. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian adalah sebagai berikut :
1.      Sebagai bahan informasi bagi mahasiswa yang melakukan penelitian ini.
2.      Sebagai bahan informasi bagi pembaca agar mereka tahu tentang pasar tradisional di Pasar Baru dengan Pasar Bambu Kuning.
3.      Sebagai bahan untuk membuat studi komparasi yang merupakan salah satu syarat memenuhi tugas akhir Sosiologi Perkotaan.

E. Pelaksanaan Kegiatan
Pelaksanaan keberangkatan dari Lampung-Bandung :
Hari/Tanggal           : Senin, 9 April 2012
Waktu                     : 08.00 s.d 09.00 WIB
Tempat                   : Kampus FISIP Universitas Lampung
Pelaksanaan penelitian di Pasar Tradisional yang ada di Bandung :
Hari            /Tanggal          : Rabu, 11 April 2012
Waktu                     : 08.00 s.d 09.00 WIB
Tempat                   : Pasar Baru Bandung                                     (Jadwal Kegiatan Terlampir)

F. Biaya Kegiatan
Dalam melaksanakan kegiatan Studi Komparasi ke Bandung memerlukan dana sebesar Rp. 36.800.000,- . Dari total biaya tersebut dibagi 46 mahasiswa maka dana yang dikeluarkan per mahasiswa adalah sebesar Rp. 800.000,-  (Biaya Kegiatan Terlampir)

G. Rute Perjalanan Lampung-Bandung-Jakarta
Pelaksanaan kegiatan studi komparasi ini berlangsung sekitar tanggal 9 – 12 April 2012, adapun tempat kunjungan kami dari pelabuhan, universitas sampai ke objek wisata yang ada di Bandung dan di Jakarta :
a.    Pelabuhan Bakauheni Lampung
b.    Pelabuhan Merak Banten
c.    Penginapan di Kampoeng Legok’s Resort
d.   PASCASARJANA FISIP UNPAD (Universitas Padjajaran) di Bandung
e.    Objek wisata Gunung Tangkuban Perahu di Bandung
f.     Objek wisata Sari Ater (Pemandian Air Panas) di Bandung
g.    Pusat perbelanjaan di Bandung yaitu Outlet-Outlet yang ada di Bandung, seperti Outlet di jalan Riau
h.    Local Restaurant yang ada di Bandung
i.      Pasar Tradisional yang ada di Bandung yaitu Pasar Baru
j.      Objek Wisata TIJA+DUFAN di Jakarta
k.    Trans 7 dalam acara Bukan 4 Mata Live Tukul Arwana dengan Tema “Campur Sari”.
l.      Perjalanan menuju pulang ke Bandar Lampung

                                                                                           (Jadwal Kegiatan Terlampir)             




BAB II
PEMBAHASAN


A. Pasar Baru di Bandung
       Pusat belanja sekarang semakin banyak, bukan saja di kota-kota besar bahkan di kota-kota kecilpun sekarang sudah banyak, selain itu kalau dulu kalau kita mau belanja terutama kebutuhan pokok atau kebutuhan sehari-hari biasanya hanya dilakukan pada siang hari saja akan tetapi sekarang kalau kita mau belanja kebutuhan pada malam haripun sudah bisa kita lakukan.
       Salah satu tempat atau lokasi perbelanjaan yang ada di Kota Bandung adalah Pasar Baru yang lokasinya sangat strategis dan berada di pusat kota, sehingga sangat mudah untuk kita kunjunginya dan bagi warga Bandung sudah mengetahuinya sebab selain lokasinya yang mudah dijangkau juga Pasar Baru dikenal sebagai pasar yang banyak menyajikan dan menjual barang-barang kebutuhan masyarakat. Pasar Baru yang berlokasi dekat pusat kota bandung atau alun-alaun juga terletak dekat dengan stasiun kereta api ini banyak sekali dikunjungi masyarakat Bandung.
       Pasar Baru Bandung atau kini disebut juga dengan Pasar Baru Trade Centre berlokasi di Jl.Otto Iskandar Dinata. Salah satu tempat shopping di Bandung ini termasuk ke dalam pasar baru modern yang menjual berbagai sandang dengan harga yang relatif terjangkau dengan kualitas baik. Banyak juga kios atau tempat penjualan di Pasar Baru Bandung yang bisa anda temukan juga di mall – mall besar di Bandung, itu berarti Pasar Baru Bandung tentu tidak kalah pasarannya dengan mall-mall lain. Di tahun 1935, Pasar Baru adalah pasar terbersih dan teratur se-Hindia Belanda.
       Lokasi Pasar Baru Bandung terletak di tengah kota Bandung, Tak Jauh dari Jl. Asia Afrika Bandung. Akses menuju lokasi ini sangat mudah dan amat dikenal oleh penduduk Bandung. Jenis barang yang diperjual belikan di Pasar Baru Bandung ini mulai dari aneka pakaian jadi, kain batik, Baju Batik, Bed Cover, Baju Muslim, Jilbab, Kebaya, Perlengkapan Muslim dan lain lain.
       Pasar Baru kita dapat menemukan banyak hal dari pakaian, keperluan sehari-hari, dan banyak lagi. Dan sekarang Pasar Baru sudah berubah, kalau dulu kelihatannya kurang nyaman atau agak semraut tetapi sekarang bentuk dari Pasar Baru sudah serupa dengan Mal, karena dengan merubah Pasar Baru dari bentuk lama ke Pasar Baru yang berkonsep seperti Mal sehingga ini akan memudahkan masyarakat untuk berkunjung dan juga memudahkan untuk mencari-cari barang diperlukan apalagi dengan tampilan Pasar Baru yang sekarang ini membuat pedagang-pedagang yang berjualan di Pasar Baru dapat lebih rapih dan tertib, sehingga kita akan merasa senang untuk mengunjunginya.
       Di Pasar Baru Bandung pakaian atau kain yang ditawarkan mulai dari kwalitas rendah sampai kwalitas bagus. Jika beruntung maka bisa berbelanja dengan harga miring namun kwalitas barang yang cukup bagus.
       Sama dengan pasar pasar yang lainnya, Pasar Baru pun banyak barang-barang keperluan masyarakat di jual, di lantai paling dasar Pasar Baru terdapat tempat penjualan sayur-sayuran, daging, serta bahan-bahan makanan lainnya, serta di lantai 1 dan 2 kita dapat menemukan banyak sekali pedagang yang menjajakan barang dagangannya seperti pakaian, celana, pakaian dalam serta banyak barang lainnya yang di jual disini. Sekarang Pasar Baru sudah banyak berubah. Baik dari penampilannya serta dari penataan dagangan di dalamnya sudah rapih dan tertib. Juga tempat parkirnya yang cukup luas memungkinkan setiap pengunjung yang datang ke Pasar Baru ini tidak perlu repot-repot untuk mencari tempat parkir sebab pihak Pasar Baru telah menyediakan lahan parkir yang cukup luas, akan tetapi tempat parkir roda dua teruatama di pinggir jalan kurang sedikti penataan sebab suka menimbulkan kemacetan.
       Bahasa daerah yang digunakan di Pasar Baru ini lebih dominan ke Bahasa Sunda dalam tawar-menawar barang antara pedagang dengan pembeli. Biasanya jika kita menggunakan bahasa daerah penjual maka kemungkinan harga yang didapatkan lebih murah dari harga tawaran aslinya.
       Sedikit sejarah mengenai Pasar Baru Bandung yang dulunya merupakan Pasar Baroeweg. Pasar ini di bangun sekitar tahun 1884 sebagai pengganti pasar lama di kawasan Ciguriang (di daerah Jl.Kepatihan saat ini) dulu masih merupakan pasar biasa yang kemudian di adakan renovasi pada tahun 2001 menjadi Pasar Baru Bandung yang kita ketahui saat ini. Satu yang pernah membanggakan dari Pasar Baru Bandung ini yaitu pada tahun 1935, Pasar Baru Bandung mendapatkan predikat sebagai pasar terbersih dan teratur se- Hindia Belanda.
       Pasar Baru Bandung yang juga merupakan pasar modern tertua yang masih berdiri saat ini memiliki 11 lantai termasuk area parkir. Di Pasar Baru Bandung selain banyak penjual pakaian, sepatu, tas dan lain sebagainya terdapat pula satu lantai yang khusus menjual tekstil, sentra penjualan kain dan batik yang ada di Pasar Baru Bandung pun cukup terkenal hingga ke negeri sebrang, hingga biasanya selalu saja tamu dari Jacktour memakai pilihan service Bandung Car Rental dari Jacktour selain untuk di kendarai pribadi juga disediakan satu mobil kosong hanya untuk di isi belanjaan mereka dari Pasar Baru Bandung dan di tambah pula dari tempat perbelanjaan lain seperti Factory Outlet Bandung misalnya.
       Karena di Pasar Baru Bandung pengunjungnya selalu padat sebaiknya berbelanja ke Pasar Baru Bandung jangan memakai perhiasan berharga yang berlebihan juga selalu jaga tas anda selalu didepan untuk menghindari dari terjadinya pencopetan.

B. Pasar Bambu Kuning di Bandar Lampung
       Sejak dulu hingga sekarang, pasar bambu kuning (BK) bagaikan pasar legendaris di bandar lampung. pusat keramaian ini tak hanya menjadi lokasi favorit bagi para pedagang untuk berniaga, tapi juga sebagai tempat belanja yang banyak didatangi para pembeli.
       Dari waktu ke waktu, tempat ini berkembang hingga mengalami banyak perubahan. Mulai dari bentuk bangunan hingga jumlah kios. Tapi, yang tidak berubah adalah keberadaan para pedagang kaki lima (PKL).
       Para PKL di BK saat ini tergabung dalam sebuah perkumpulan yang menamakan dirinya Himpunan Pedagang Kaki Lima Bambu Kuning atau HPKLBK. Himpunan yang lahir secara informal pada 1998 ini memiliki anggota sebanyak 210 PKL.
       PKL ini menempati selasar bangunan, tepatnya di depan kios pedagang lantai satu. Selain mereka, terdapat 270 kios pedagang lain yang masih menggantungkan kelangsungan hidupnya di pasar tradisional yang terletak di Jalan Imam Bonjol No 1, Bandar Lampung ini.
       Di pasar yang terletak di Kecamatan Tanjungkarang Pusat ini, semua barang tersedia, harga relatif murah, kualitas bagus, dan mengikuti mode yang tengah berkembang.
Dua atau tiga tahun lalu, pasar ini dikenal dengan kemacetan yang luar biasa. Maraknya pedagang kaki lima (PKL) di sisi jalan yang melingkar di Pasar Bambu Kuning itu ikut andil membuat kondisi arus lalu lintas tidak lancar. Belum lagi, areal parkir di depan pasar dibangun kios-kios sehingga menambah kesan pasar tersebut tak lagi nyaman sebagai tempat berbelanja.
       Namun, lain dulu lain sekarang. Pasar Bambu Kuning yang terlihat semrawut dan jorok, kini rapi dan tertata, bersih, dan jauh dari kesan kumuh. Kendaraan pun bisa lancar lewat di jalur seputaran Pasar Bambu Kuning, berputar melalui Jalan Bukit Tinggi, Batu Sangkar, dan ujung Jalan Imam Bonjol. Angkutan umum jurusan Telukbetung dan DAMRI juga tak lagi melintas di sini. Bus Trans Bandar Lampung banyak yang melewati Pasar Bambu Kuning.
       Pemandangan yang tampak di sepanjang jalan seputaran Pasar Bambu Kuning hanya mobil-mobil yang parkir berjajar rapi, meskipun masih ada sedikit pedagang gerobak yang menjual dagangannya di sana. Jalan tersebut terlihat seperti pusat pertokoan yang teratur.         Tepat di halaman depan Pasar Bambu Kuning, yang dulunya disesaki para PKL, mulai dari menjual buah, pakaian, tas dan lain-lainnya kini digunakan sebagai lahan perparkiran.
       Saat ini, Pemkot Bandar Lampung, melalui pihak ketiga PT Sanjaya Rezeki Mas, membangun gedung parkir dan kios. Bahkan, pelataran parkir yang dulu dipadati PKL sudah tertata rapi.
       Jika dilihat dari rencana pembangunannya, hal itu merupakan langkah maju, demi memajukan roda ekonomi pasar tertua dan ternama di Bandar Lampung itu. Walaupun lahan yang dipercayakan kepada PT Sanjaya Rezeki Mas merupakan lahan yang sempat dipertahankan dengan air mata dari pedagang kaki lima (PKL) Bambu Kuning sebelumnya.
       Sayangnya, dalam penataan PKL tidak satu pendapat. Mereka terpecah demi kepentingan masing-masing kelompok yang sejauh ini tidak tahu ke mana arahnya. Padahal, Pemkot Bandar Lampung sudah memberikan tempat yang representatif. Saat ini, bahkan mantan PKL yang tergusur pada 30 Oktober 2007 lalu sudah terpecah menjadi lima kelompok. Pertama kelompok Himpunan Pedagang Kaki Lima Bambu Kuning (HPKL-BK) yang dimotor Zulkarnain. Kelompok ini berhasil membuat suatu terobosan baru dengan mampu menjadi pionir pembangunan Bambu Kuning Square di tanah milik PT Kereta Api Indonesia (PT KAI), di samping Masjid Taqwa.
       Dengan kekuatan modal besar, sampai saat ini pembangunan Bambukuning Square terus berlanjut dan mampu menampung lebih dari 1.000 PKL.
       Dari segi bahasa yang banyak digunakan dalam Pasar Bambu Kuning, kebanyakan bahasa Jawa. Entah mengapa di Lampung lebih banyak orang Jawa ketimbang orang Lampung. Mungkin karena letak geografis Lampung yang berdekatan dengan Pulau Jawa, sehingga banyak orang Jawa yang mengadu nasib ke Lampung, terutama Kota Bandar Lampung.

C. Kelebihan dan Kekurangan dari Kedua Pasar Tradisional
       Kelebihan Pasar Baru: barang yang dijual sangat beraneka ragam, terutama produk sandang, seperti baju, kerudung, mukena, dsb. Harga juga relatif lebih murah daripada mall lain, namun tetap harus pandai menawar dan memilah-milah karena seringkali toko yang satu dengan toko yang lain menjual produk yang sama dengan harga yang lumayan jauh bedanya. Lokasinya berada di pusat Kota dan barang-barang yang disediakan sangat komplit.
       Kekurangan Pasar Baru: letak eskalator yang berjauhan antara eskalator untuk naik dan turun yang menyebabkan saya harus berputar-putar dahulu untuk mencari eskalator untuk turun. Saya lebih menyukai letak eskalator naik turun yang berdampingan sehingga tidak menyulitkan konsumen dan selain itu juga lebih baik dari segi keamanan jika letaknya berdampingan.
       Kelebihan Pasar Bambu Kuning: selain karena barang-barangnya tersedia dalam banyak pilihan, Pasar BK pun terkenal karena harga-harga barangnya yang murah, dengan kualitas yang tak kalah bagus dengan tempat lainnya.
       Kekurangan Pasar Bambu Kuning: dalam penataan PKL tidak satu pendapat. Mereka terpecah demi kepentingan masing-masing kelompok yang sejauh ini tidak tahu ke mana arahnya. Hal lain yang juga menjadi ciri khas BK adalah keberadaan preman dan copet. Menurut Zulkarnain, ada dua macam preman di tempat itu, yang legal dan ilegal.





BAB III
PENUTUP


A. Kesimpulan
       Pasar merupakan suatu tempat terjadinya transaksi jual beli barang keperluan sehari-hari. Keberadaan pasar walaupun sederhana namun sangat diharapkan individu baik penjual maupun pembeli. Pasar menurut jenisnya terdiri atas 2 macam yaitu pasar tradisional dan pasar modern (swalayan).
       Pasar Baru Bandung atau kini disebut juga dengan Pasar Baru Trade Centre berlokasi di Jl.Otto Iskandar Dinata. Salah satu tempat shopping di Bandung ini termasuk ke dalam pasar baru modern yang menjual berbagai sandang dengan harga yang relatif terjangkau dengan kualitas baik. Banyak juga kios atau tempat penjualan di Pasar Baru Bandung yang bisa anda temukan juga di mall – mall besar di Bandung, itu berarti Pasar Baru Bandung tentu tidak kalah pasarannya dengan mall-mall lain. Di tahun 1935, Pasar Baru adalah pasar terbersih dan teratur se-Hindia Belanda.
       Pasar Bambu Kuning (BK) bagaikan pasar legendaris di bandar lampung. pusat keramaian ini tak hanya menjadi lokasi favorit bagi para pedagang untuk berniaga, tapi juga sebagai tempat belanja yang banyak didatangi para pembeli.
       Setiap pasar tradisional memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, tergantung bagaimana perspektif orang menilai.



DAFTAR PUSTAKA



*      Jack Febrian Rusdi. Tour In Bandung. http://bandung.jacktour.com/2011/04/factory-outlet-jalan-riau.html . Diakses tanggal 2 Mei 2012, Waktu: 09.00 WIB.
*      Pasar Baru Bandung Daholoe. http://www.ripiu.com/article/read/pasar-naru-bandung-dahoeloe . Diakses tanggal 2 Mei 2012, Waktu: 09.00 WIB.
*      Uswatun Hasana. Tawar Menawar Dalam Pasar Tradisional. http://wwwuswatunhasana.blogspot.com/2010/06/tawar-menawar-dalam-pasar-tradisional.html . Diakses tanggal 2 Mei 2012, Waktu: 09.00 WIB.
*      Farid. Pasar Baru, Pasar yang Menyerupai Mall. http://pasarbaru-bandung.blogspot.com/2008/06/berbelanja-di-pasar-baru-bandungdari.html . Diakses tanggal 2 Mei 2012, Waktu: 09.00 WIB.
*      Udo Z Karzi. Bambu Kuning, Pasar Legendaris. http://ulunlampung.blogspot.com/2011/04/bambu-kuning-pasar-legendaris.html . Diakses tanggal 2 Mei 2012, Waktu: 09.00 WIB.
*      Lampung Post. Bambu Kuning dari Masa ke Masa. http://lampungpost.com/berita-utama-cetak/21785-bambu-kuning-dari-masa-ke-masa.html . Diakses tanggal 2 Mei 2012, Waktu: 09.00 WIB.

Share this article :

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar anda di bawah ini. No Spam ! No Sara !

 
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Copyright © 2015. Monalia Sakwati . All Rights Reserved.
Created by Monalia Sakwati