News Update :
Home » » Peranan Perencanaan Wilayah

Peranan Perencanaan Wilayah

Penulis : Monalia Sakwati on Saturday, April 27, 2013 | 6:36 AM

TEMA :

“Perencanaan Wilayah Berada Dan Memiliki Peranan Penting Diantara Melayani Kebutuhan Masyarakat, Menjaga Kelestarian Lingkungan, Dan Dengan Memperhatikan Hak-Hak Pemilik Lahan”

Keberadaan perencanaan wilayah sangat dibutuhkan oleh masyarakat dikarenakan dengan perencanaan akan memudahkan segala sesuatu yang akan dilakukan dan mengantisipasi atau meminimalisir terjadinya  hal-hal yang tidak diinginkan  serta dapat membantu pengelolaan tata ruang wilayah guna mencapai tujuan yang diinginkan. Selain itu dapat merencana daerah kedepannya, dengan tetap memperhatikan potensi dan sumber daya yang dimiliki. Regional plans efektif dalam pengelolaan sumber daya daerah terpadu. Berbicara mengenai perencanaan wilayah berarti berbicara tentang perencanaan penggunaan ruang wilayah.

Tujuan dari perencanaan wilayah ini adalah untuk mendorong pengembangan wilayah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat berkeadilan sosial dalam lingkungan hidup yang lestari dan berkesinambungan melalui penataan ruang. Selain itu juga untuk membantu masyarakat yang masih tergolong marjinal agar dapat melepaskan diri dari berbagai belenggu keterbelakangan sosial, ekonomi, politik dan sebagainya.

Perencanaan yang baik adalah perencanaan yang dilakukan dengan tetap mendasarkan pada data dan informasi yang akurat, valid dan akuntabel dengan tetap mempertimbangkan sumber daya dan potensi yang dimiliki suatu daerah. Perencanaan yang baik akan mampu meminimalisir terjadinya permasalahan-permasalahan dalam pembangunan.

Perencanaan wilayah memiliki peranan penting yaitu diantaranya :


1.   Melayani kebutuhan masyarakat

Upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat untuk melakukan perubahan atau upaya mencegah terjadinya perubahan yang tidak diinginkan. Kebutuhan masyarakat adalah sumber dari terbentuknya program perencanaan wilayah. Apa yang direncanakan tentu berimbas pada kebutuhan masyarakat itu. Hasil dari perencanaan tersebut akan dinikmati oleh masyarakat itu sendiri. Jadi jelas bahwa perencanaan haruslah memperhatikan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat itu agar tidak terjadi kesenjangan dalam masyarakat tersebut. Dengan adanya perencanaan wilayah ini dapat melayani kebutuhan masyarakat akan menuju perubahan yang lebih baik.

Ketika akan melakukan perencanaan, yang perlu dperhatikan adalah harus mengetahui tata letak penggunaan lahan yang tepat agar tidak berdampak negatif pada masyarakat itu sendiri dan menggali informasi dalam penggunaan lahan tersebut.

Contohnya :

“Perencanaan lokasi proyek pendidikan di daerah terpencil”

Masyarakat yang tinggal di daerah terpencil dimana daerah yang sulit dijangkau oleh masyarakat luar dan minimnya perhatian dari pemerintah. Seperti lokasi sekolah yang sangat jauh dari tempat tinggal masyarakat tersebut. Banyak anak-anak di daerah tersebut yang tidak bersekolah. Akibatnya banyak masyarakat yang mengalami buta huruf dan berdampak pada rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Oleh karena itu, perencanaan wilayah sangat diperlukan dalam perencanaan lokasi proyek pendidikan di daerah terpencil. Kebutuhan masyarakat akan pendidikan perlu diperhatikan. Tujuan dari perencanaan ini adalah untuk memenuhi kebutuhan masyararakat akan pentingnya pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang lebih baik.

2.   Menjaga kelestarian lingkungan

Sumberdaya alam mempunyai keterbatasan menurut ruang dan waktu. Oleh sebab itu diperlukan pengelolaan sumberdaya alam yang baik dan bijaksana. Antara lingkungan dan manusia saling mempunyai kaitan yang erat. Ada kalanya manusia sangat ditentukan oleh keadaan lingkungan di sekitarnya, sehingga aktivitasnya banyak ditentukan oleh keadaan lingkungan di sekitarnya.

Kerusakan sumberdaya alam banyak ditentukan oleh aktivitas manusia. Banyak contoh kasus-kasus pencemaran dan kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh aktivitas manusia seperti pencemaran udara, pencemaran air, pencemaran tanah serta kerusakan hutan yang kesemuanya tidak terlepas dari aktivitas manusia, yang pada akhirnya akan merugikan manusia itu sendiri. Pembangunan yang mempunyai tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidak dapat terhindarkan dari penggunaan sumberdaya alam, namun eksploitasi sumberdaya alam yang tidak mengindahkan kemampuan dan daya dukung lingkungan mengakibatkan merosotnya kualitas lingkungan.

Rencana pemanfaatan lahan di masa mendatang, misalnya untuk pembangunan infrastruktur, ekstraksi pertambangan, pembangunan modal baru, atau urbanisasi. Hal tersebut harus diperhatikan penggunaan lahannya dan dampak apa yang terjadi jika pembangunan itu dilakukan.

Perencanaan wilayah harus mampu menggambarkan proyeksi dari berbagai kegiatan ekonomi dan penggunaan lahan di suatu wilayah  di masa yang akan datang. Dengan demikian, sejak awal dapat telah terlihat arah lokasi yang dipersiapkan untuk dibangun dan yang akan dijadikan sebagai wilayah penyangga. Juga dapat dihindari pemanfaatan lahan yang mestinya dilestarikan, seperti kawasan hutan lindung dan konservasi alam. Hal ini berarti dari sejak awal dapat diantisipasi dampak positif dan negatif dari perubahan tersebut, dan dapat dipikirkan langkah-langkah yang akan ditempuh untuk mengurangi dampak negatif dan mengoptimalkan dampak positif.

Contohnya :

a.       Perencanaan pembangunan infrastruktur jalan

Kita harus tahu letak dari pembangunan tersebut, apakah dapat menggangu struktur tanah atau berdampak yang lain dan bagaimana penempatan wilayah yang akan dibangun infrastruktur jalan tersebut. Langkah-langkah apa yang akan digunakan dalam pembangunan tersebut agar dapat meminimalisir permasalahan yang akan terjadi. Itulah sebuah perencanaan. Program tanpa perencanan takkan memperoleh hasil yang maksimal.

b.      Perencanaan Program Reboisasi di lahan kritis

Dengan perencanaan wilayah, kita harus memperhatikan tata letak daerah yang rawan dengan bencana seperti tanah longsor, banjir, dll. Oleh karena sebab itu perlu adanya program reboisasi dimana penanaman kawasan hutan lindung dengan tanaman hutan dan tanaman kehidupan yang bermanfaat yang dilaksanakan secara partisipatif oleh masyarakat setempat. Penanaman ini bertujuan untuk meningkatkan tingkat penutupan lahan yang optimal sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat setempat, sehingga tercipta keharmonisan antara fungsi hutan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Selain itu, mereboisasi dengan tanaman berekonomi tinggi yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Salah satu tanaman yang rencananya akan disediakan itu misalnya bibit Karet. Diharapkan program ini yang nantinya diharapkan bisa memberikan nilai tambah bagi masyarakat, disamping itu juga untuk menghijaukan kembali lahan kritis.

3.   Memperhatikan hak-hak pemilik lahan

Timbulnya konflik dan sengketa pertanahan akhir-akhir ini dikarenakan semakin meningkatnya kebutuhan akan tanah/lahan untuk kebutuhan hidup dan kehidupan, sedangkan luas tanah/lahan relatif tetap tidak bertambah. Sehingga banyak rakyat yang memanfaatkan tanah-tanah yang ada disekitarnya untuk menopang kehidupannya.

Bagi kehidupan manusia lahan mempunyai arti yang sangat penting, karena setiap kegiatan yang dilakukan baik perseorangan, sekelompok orang, suatu badan hukum ataupun Pemerintah pasti melibatkan soal lahan, oleh karenanya itu sebagian besar dari kehidupan manusia tergantung pada lahan.

Kebutuhan manusia akan lahan merupakan kebutuhan yang sangat mendasar dan mutlak. Kenyataan sejarah menunjukkan bahwa kelangsungan hidup manusia baik sebagai individu maupun sebagai mahkluk sosial senantiasa memerlukan lahan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan cara melakukan hubungan dan memanfaatkan sumber daya tanah, baik yang ada di atas maupun yang ada didalam tanah/lahan. Lahan/tanah  bagi manusia dapat dinilai sebagai suatu harta yang mempunyai sifat permanen, karena memberikan kemantapan untuk dicadangkan bagi kehidupan di masa yang akan datang.

Kebutuhan akan lahan yang terus  meningkat, hal tersebut terjadi dikarenakan seiringnya pertumbuhan penduduk yang begitu cepat. Kebutuhan lahan untuk menampung berbagai aktivitas masyarakat yang terus berkembang sangat diperlukan upaya efisiensi pemanfaatan lahan melalui pengaturan alokasi berdasarkan rencana tata ruang. Hal tersebut dilakukan karena untuk menghindari terjadinya konflik. Selain itu juga dengan adanya hak-hak pemilik lahan untuk menghindari terjadinya pembangunan liar.

 
Contohnya ;

Disuatu daerah akan ada proyek pembangunan jalur lalu lintas kereta api. Namun daerah tersebut ada sebagian yang telah dihuni oleh masyarakat. Dari proyek tersebut tentu harus memperhatikan hak pemilik lahan antara PT KAI dengan masyarakat yang tinggal di daerah tersebut. Hal ini dilakukan agar tidak terjadinya konflik perebutan lahan yang sering terjadi di masyarakat akhir-akhir ini. Seperti kita lihat pernah terjadi di suatu daerah dimana terdapat banyak tanah aset PT KAI (Persero) yang tidak difungsikan lagi secara optimal, dikarenakan sebagian rel-rel kereta api tersebut dekat dengan pemukiman penduduk yang mengakibatkan sebagian tanah aset PT KAI (Persero) banyak yang telah dikuasai oleh masyarakat disekitarnya. Tentu permasalahan tersebut menjadi sebuah pelajaran bagi kita dalam melakukan perencanaan tata ruang suatu daerah.
Share this article :

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar anda di bawah ini. No Spam ! No Sara !

 
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Copyright © 2015. Monalia Sakwati . All Rights Reserved.
Created by Monalia Sakwati