News Update :
Home » » Emile Durhkeim tentang Pembagian Kerja

Emile Durhkeim tentang Pembagian Kerja

Penulis : Monalia Sakwati on Sunday, November 20, 2011 | 2:45 AM


 Mata Kuliah : Teori Sosiologi Klasik (TSK)

5. Apa sebabnya dituntut dimensi moral yang tinggi seiring dengan perkembangan kapitalisme yang melahirkan pembagian kerja secara rasional ? jelasnya ?

Jawaban :
Pembagian kerja secara rasional akan memudahkan dalam menyelesaikan pekerjaan karena lebih professional dan mampu memahami bidang pekerjaan.
Alasan dituntutnya moral yang tinggi adalah agar tidak menyimpang dari norma-norma yang telah berlaku dalam masyarakat. Sehingga menciptakan suasana aman, tertib dan damai.
Karena moral yang tinggi sangat penting dan diperlukan dalam dunia kerja seiring dengan perkembangan kapitalisme yang merupakan perkembangan akan adanya kebebasan melakukan kompetisi dengan individu lain (freedom for competition). Sehingga setiap individu harus memiliki moral yang tinggi serta berintelektual tinggi agar mampu berkompetisi atau bersaing dengan individu lain.

Dalam kemajuan industri, kapitalis masyarakat semakin kompleksnya pembagian kerja berarti bahwa orang dialokasikan dalam masyarakat sesuai dengan prestasi dan dihargai sesuai dengan ketimpangan sosial mencerminkan ketimpangan alam. Durkheim berpendapat bahwa moral regulasi dibutuhkan, serta regulasi ekonomi , untuk menjaga ketertiban dalam masyarakat dengan orang mampu "menyusun perbedaan mereka damai".

Melalui pembagian kerja ini meniscayakan adanya kontrak – kontrak individual yang merupakan komitmen moral yang umum. Pada satu sisi pembagian kerja bisa menimbulkan individualisasi, tetapi individualisasi dapat dicegah pengaruh jeleknya dengan adanya konsesus sebagai tumpuan moral. Kepercayannya terhadap pembagian kerja membuatnya yakin bahwa kepribadian seseorang dikembangkan sesuai dengan sifat spesifik yang dimilikinya, sehingga tidak setiap orang harus menerima pendidikan yang seragam. Tetapi ironisnya ia juga menerima kepercayaan bahwa kita semua untuk mengikuti ideal yang sama

6. Lalu apakah ada kesatuan/keutuhan dengan terjadinya pembagian kerja menurut spesialisasi dan deferensiasi antar individu dalam masyarakat ?

Jawaban :
Menurut saya tidak ada kesatuan atau keutuhan dalam masyarakat apabila pembagian kerja berdasarkan spesialisasi dan deferensiasi antar individu dalam masyarakat. Latar belakangnya bahwa kesatuan-kesatuan masyarakat yang kurang lebih bersifat homogen mengalami pergeseran ke arah yang lebih heterogen sehingga kesatuan-kesatuan sosial ini menjadi terpecah. Pecahnya kesatuan ini adalah akibat dari berkembangnya pembagian pekerjaan sosial di dalam masyarakat. Dan pembagian pekerjaan sosial ini mengakibatkan individu-individu yang dahulu terikat ke dalam kesatuan-kesatuan sosial itu menjadi lebih bersifat otonom atau mandiri. Di dalam perkembangan yang baru ini, timbullah pula aturan-aturan yang berlaku khusus hanya terhadap individu-individu yang telah menjadi otonom tersebut. Timbullah keadaan baru ini misalnya aturan-aturan yang berlaku untuk para dokter, guru-guru, universitas, kaum buruh, perusahaan-perusahaan dan sebagainya.

Selanjutnya, di dalam perkembangan “kemandirian” akibat dari berkembangnya pembagian kerja ini, timbullah kesadaran-kesadaran individual yang lebih mandiri akan tetapi sekaligus menjadi semakin tergantung satu sama lain atau semakin terikat satu sama lain karena masing-masing individu tersebut hanya merupakan satu bagian saja dari pembagian pekerjaan sosial.

Spesialisasi yang berbeda-beda dalam bidang pekerjaan dan peranan sosial menciptakan ketergantungan yang mengikat orang kepada sesamanya, karena mereka tidak lagi dapat memenuhi seluruh kebutuhan mereka sendiri. Adanya spesialisasi dalam kerja yang saling berhubungan dan saling tergantung sedemikian rupa sehingga sistem itu membentuk solidaritas menyeluruh yang fungsionalitas. Tingkat diferensiasi dan spesialisasi dapat menimbulkan saling ketergantungan secara relatif dari pada nilai dan norma yang berlaku. Tingkat individu pun relatif tinggi. Apa yang dianggap baik oleh salah satu orang, belum tentu menjadi baik pula oleh yang lain.


7. Saling mempercayai ada sangkut pautnya dengan kepercayaan seseorang terhadap orang lain atau sebaliknya. Tumbuhnya kepercayaan sehingga mewujudkan akan solidaritas sosial. Apa solidaritas sosial itu ?

Jawaban :
Durkheim menyebut solidaritas sosial ini dengan istilah integrasi sosial karena integrasi sosial ini menyoroti mengenai koordinasi berbagai unit yang terdapat di dalam sistem sosial. Bagi Durkheim, solidaritas sosial atau integrasi sosial ini mencakup beberapa hal penting yang menyangkut, pertama, bagaimana setiap individu itu merasa sebagai bagian dari kelompok sosial yang besar; kedua, bagaimana keinginan-keinginan mereka itu dicapai dengan cara-cara yang memungkinkan mereka ikut berpartisipasi di dalam kelompok dalam mencapai keinginan itu; ketiga, bagaimana caranya mengkoordinasi dan saling menyesuaikan diri diantara berbagai kegiatan individu dan unit sosial yang ada. Isu itulah yang merujuk pada masalah yang sangat mendasar dan berkaitan dengan bagaimana pola dari organisasi sosial itu diciptakan, dipelihara, dan diubah-ubah (sesuai dengan kebutuhan). (Turner, dkk. 2001). Jadi apa yang dikemukakan oleh Lawang (2001) yang mengacu kepada konsepnya Durkheim dapat dijadikan rujukan yaitu bahwa solidaritas sosial itu tercipta karena adanya rasa saling percaya diantara para anggota kelompok di mana hal itu memberi dampak atas timbulnya rasa persatuan, rasa saling menghormati, rasa tanggung jawab di antara sesama anggota kelompok sehingga di sini setiap anggota kelompok memberi kontribusi kepada kelompoknya.

Solidaritas sosial adalah kekuatan persatuan internal dari suatu kelompok dan merupakan  suatu keadaan hubungan antara individu  atau kelompok yang didasarkan pada perasaan moral dan kepercayaan yang dianut bersama serta diperkuat pengalaman emosional bersama.
Jadi, Solidaritas sosial adalah perasaan yang secara kelompok memiliki nilai-nilai yang sama atau kewajiban moral untuk memenuhi harapan-harapan peran (role expectation). Sebab itu prinsip solidaritas sosial masyarakat meliputi: saling membantu, saling  peduli, bisa bekerjasama, saling membagi hasil panen, dan bekerjasama dalam mendukung pembangunan di desa baik secara keuangan maupun tenaga dan sebagainya.


8. Suatu keadaan normal dari deferensiasi dan spesialisasi pekerjaan adalah terwujudnya suatu kestabilan sosial dalam masyarakat maju, modern yang semakin kompleks dan rasional, lalu apakah cenderung mengarah kehancuran walaupun arti penting kepercayaan moral secara individual yang irrasional mulai mengendor ? contoh apa yang terjadi di negara kita !
Jawaban :
Bisa saja mengarah kehancuran atau tidaknya itu tergantung dari kondisi sosial masyarakat itu sendiri apabila tidak terkontrol maka akan berdampak kehancuran sedangkan apabila mengarah ke hal yang positif dan searah maka akan terwujudnya kemajuan.

Kepercayaan secara umum dipandang sebagai kemungkinan subjektif yang diyakini individu sebagai suatu objek atau peristiwa dengan karakteristik tertentu. Derajat kepercayaan kita mengenai suatu objek dengan karakteristik tertentu menunjukan tingkat kemungkinan subjektif kita dan konsekuensinya. Semakin pasti kepercayaan, semakin besar intensitas kepercayaan tersebut.

Kepercayaan moral yang irrasional sangat penting dalam kehidupan masyarakat karena dapat menciptakan masyarakat yang aman, damai dan tentram. Kepercayaan moral secara individual dapat membentuk kepribadian manusia yang baik sehingga moral menjadi suatu tumpuan dalam kehidupan masyarakat.
Share this article :

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar anda di bawah ini. No Spam ! No Sara !

 
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Copyright © 2015. Monalia Sakwati . All Rights Reserved.
Created by Monalia Sakwati