News Update :
Home » » Manajemen Pembangunan

Manajemen Pembangunan

Penulis : Monalia Sakwati on Sunday, February 23, 2014 | 1:06 AM

(Benar/Salah) Model pembangunan yang dianut oleh suatu negara akan menentukan manajemen pembangunan yang diterapkan?
Jawaban : 
Benar. Alasan saya mengatakan bahwa “Model pembangunan yang dianut oleh suatu negara akan menentukan manajemen pembangunan yang akan diterapkan” yaitu karena model pembangunan sangat mempengaruhi dalam penentuan manajemen pembangunan yang tepat. Artinya manajemen pembangunan yang akan diterapkan itu tergantung pada model pembangunan yang dianut. Hal ini model pembangunan merupakan strategi yang dilakukan dalam memanajemen pembangunan suatu negara menuju perubahan yang lebih baik. Contohnya : di Indonesia terdapat tiga model pembangunan yaitu diantaranya model pertumbuhan, model kebutuhan dasar (basic need), dan model yang berpusat manusia (people center).
Dari ketiga model tersebut tentu terdapat perbedaan dalam penentuan manajemen pembangunan itu sendiri yaitu diantaranya :
Pertama, Model pertumbuhan.  Manajemen yang dilakukan harus terpusat pada produksi dan penghapusan kemiskinan kepentingan kedua yang dapat dicapai melalui trickle down effect dimana pola ekonomi yang dianggap dapat menyejahterakan bangsa dari level atas hingga paling bawah.
Kedua, Model kebutuhan dasar (basic need). Manajemen yang dilakukan dengan mencoba memecahkan kemiskinan secara langsung dengan suatu program kesejahteraan melalui pemenuhan kebutuhan dasar seperti pendidikan, kesehatan, air bersih, transportasi, dan lain-lain.
Ketiga, Model yang berpusat manusia (people center). Manajemen yang dilakukan dengan peningkatan perkembangan manusia dan kesejahteraan manusia, persamaan dan sustainability (keberlanjutan) manusia, pelaksana pembangunan yang menentukan tujuan, sumber-sumber pengawasan dan mengarahkan proses-proses yang mempengaruhi masyarakat. Peran pemerintah dalam model yang ketiga ini yaitu menciptakan lingkungan sosial yang memungkinkan manusia berkembang dan mengaktualisasi potensi yang lebih besar.

(Mehdi Farashi & Rick Molz) pernyataan penyebab ketidakmampuan administrasi ?
Jawaban :  
Di dalam tulisan yang berjudul “A Framework For Multilevel Organizational Analysis In Developing Countries” terdapat tiga penyebab ketidakmampuan administrasi di negara berkembang yaitu diantaranya :
Pertama, Uncertainty is cornerstone of political (Ketidakpastian landasan politik). Ketidakstabilan politik dan ketidakpastian kebijakan yang signifikan dapat mempengaruhi terkendala investasi swasta di negara-negara. Saat suatu negara dilanda ketidakstabilan kondisi sosial dan politik dapat berdampak pada ketidakpastian dunia usaha pada jangka panjang dan menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat luas. Iklim investasi di negara tersebut menjadi kurang kondusif sehingga para pelaku ekonomi cenderung akan mengambil keputusan memindahkan investasinya ke negara lain yang lebih stabil secara sosial, politik dan ekonomi guna mengurangi risiko yang mungkin terjadi terhadap investasi atas asset yang dimilikinya.
Kedua, Regulatory (Peraturan). Regulasi lingkungan di negara berkembang saat ini salah satu faktor yang paling tak terduga yang dihadapi oleh calon investor. Regulasi atau kebijakan pemerintah sangat mempengaruhi sebuah keputusan investasi, karena seorang investor membutuhkan peraturan yang jelas dan perlindungan hukum. Ketidakpastian regulasi akan mengurangi tingkat kepercayaan seorang investor. Dalam kasus Indonesia, regulasi sangat erat kaitannya dengan panggung politik dan kekuasaan. Ketika suasana politik tidak stabil atau terjadi perpindahan kekuasaan, maka regulasi pun akan ikut terpengaruh.
Ketiga, Economic situations in most of the developing countries (Situasi ekonomi di sebagian besar negara-negara berkembang). Situasi ekonomi di negara-negara berkembang yang cenderung terpuruk akan berdampak pada investasi. Kondisi ekonomi dapat kita lihat dari  pendapatan nasional per kapita dan PDRB per kapita. Pendapatan nasional per kapita dan PDRB per kapita merupakan cermin dari daya beli masyarakat atau pasar. Makin tinggi daya beli masyarakat suatu negara atau daerah (yang dicerminkan oleh pendapatan nasional per kapita atau PDRB per kapita) maka akan makin menarik negara atau daerah tersebut untuk berinvestasi.


Pentingnya Dinamika Organisasi dalam Manajemen Pembangunan
Jawaban : 
Alasan dinamika organisasi menjadi penting dibahas dalam manajemen pembangunan yaitu karena dinamika organisasi sangat diperlukan dalam proses manajemen pembangunan. Dari organisasi itulah yang akan menggerakkan suatu perubahan pembangunan yang merupakan bagian dari tujuan organisasi/lembaga tersebut. Organisasi/lembaga itu harus berjalan sesuai dengan kebijakan, prosedur, dan program pencapaian tujuan. Untuk mencapai tujuannya itu, lembaga /organisasi perlu memiliki kejelasan tentang setiap parameter dinamika organisasi. Kejelasan parameter dinamika organisasi akan membantu dalam mengetahui penyebab di balik perkembangan productivity dan unproductive dalam organisasi.


Optimalkah Partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan  sesuai dengan UU no. 25 tahun 2004?
Jawaban :
Menurut saya, partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan itu belum berjalan optimal. Hal tersebut dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat akan pembangunan sehingga perencanaan yang dilakukan bertumpu pada pemerintah. Misalnya dalam kegiatan MusRenBang (Musyawarah Rencana Pembangunan) yang diadakan oleh pemerintah masih terdapat banyak kendala. Kebanyakan kegiatan Musrenbang desa/kelurahan ini disusun oleh sebagian elite di desa/kelurahan tersebut, bahkan di banyak desa hanya melibatkan kepala desa dan sekretaris desa. Dengan demikian, proyek yang diusulkan juga menjadi bias kepentingan elite desa/kelurahan. Selain itu banyak masyarakat yang hanya mendengarkan saja tanpa memberikan aspirasinya, sehingga masyarakat tersebut menjadi tidak berperan aktif dalam perencanaan pembangunan itu. Selain itu juga pengetahuan masyarakat yang dimilikinya cukup terbatas. Akibatnya masyarakat tersebut menyetujui semua apa yang pemerintah lakukan tanpa berpikir buruk baiknya pembangunan yang akan dilakukan itu. 


Pentingnya perilaku organisasi dalam manajemen pembangunan
Jawaban :
Alasan perilaku organisasi menjadi penting dibahas dalam manajemen pembangunan yaitu karena dengan mempelajari perilaku organisasi, kita akan mendapatkan pemahaman tentang bagaimana perilaku mempengaruhi terhadap beroperasinya sebuah organisasi. Selain itu dapat meramalkan kejadian-kejadian yang terjadi serta dapat mengendalikan perilaku-perilaku yang terjadi dalam organisasi. Kita ketahui bahwa organisasi merupakan kumpulan orang-orang. Mereka saling berinteraksi satu sama lain, saling bekerja sama untuk mencapai tujuan, dengan membawa perilaku masing-masing. Dimulai dari tingkat individu, kelompok dan organisasi, perilaku tersebut akan sangat membawa dampak bagi dinamika dan perkembangan suatu organisasi. Dampak yang timbul bisa berupa dampak positif yang akan membawa kemajuan bagi organisasi, dan dampak negatif yang akan berpengaruh buruk bagi organisasi.


Referensi :

Suplemen-suplemen Perkuliahan Manajemen Pembangunan (.ppt) oleh Teuku Fahmi
·         Suplemen 1 : Analisa Dinamika konsep, arah, dan strategi pembangunan
·         Suplemen 3 : Manajemen Pembangunan
·         Suplemen 4 : Identifikasi keterbelakangan dan ketidakmampuan administrasi
·         Suplemen 5 : Dinamika organisasi
·         Suplemen 6 : Perspektif organisasi
·         Suplemen 7 : Perilaku organisasi

Mehdi Farashahi & Rick Molz. “A Framework For Multilevel Organizational Analysis In Developing Countries
 


 
Share this article :

+ comments + 1 comments

November 4, 2014 at 1:17 PM

Makasih ya mbak..

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar anda di bawah ini. No Spam ! No Sara !

 
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Copyright © 2015. Monalia Sakwati . All Rights Reserved.
Created by Monalia Sakwati