News Update :
Home » » Dasar-Dasar Perencanaan Sosial

Dasar-Dasar Perencanaan Sosial

Penulis : Monalia Sakwati on Monday, August 6, 2012 | 7:56 PM

A. Apa yang kamu ketahui tentang perencanaan ?
Sebelum saya berpendapat tentang perencanaan, sebaiknya kita melihat dari berbagai pendapat para ahli tentang perencanaan.
  • C. Brobowski (1964): Perencanaan adalah suatu himpunan dari keputusan akhir, keputusan awal dan proyeksi ke depan yang konsisten dan mencakup beberapa periode waktu, dan tujuan utamanya adalah untuk mempengaruhi seluruh perekonomian di suatu negara.
  • Waterston (1965): Perencanaan adalah usaha sadar, terorganisasi dan terus menerus guna memilih alternatif yang terbaik dari sejumlah alternatif untuk mencapai tujuan tertentu
  • Conyers dan Hills (1984): Perencanaan adalah proses yang kontinyu, terdiri dari keputusan atau pilihan dari berbagai cara untuk menggunakan sumber daya yang ada, dengan sasaran untuk mencapai tujuan tertentu di masa mendatang.
Jadi, dari beberapa pendapat diatas dapat kita tarik kesimpulan bahwa perencanaan merupakan keseluruhan proses pemikiran dan penentuan secara matang dengan penetapan tujuan yang akan dicapai serta pemilihan usaha-usaha yang dapat dilaksanakan untuk mencapai tujuan tersebut. Perencanaan lebih dikenal dengan planing dimana perencanaan itu merupakan langkah utama dalam mengambil suatu keputusan yang akan dilakukan dimasa mendatang. Dalam perencanaan terdapat langkah-langkah atau strategi penting agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Terbentuknya sebuah perencanaan karena adanya rasa keinginan untuk mendapatkan yang terbaik dan sesuai dengan harapan yang diinginkan selain itu juga waktu yang digunakan tidak terbuang sia-sia.

B. Apa pentingnya perencanaan ?
Ketika kita memiliki sebuah keinginan atau harapan untuk mencapai suatu yang diinginkan pasti tak luput dari namanya perencanaan. Perencanaan yang matang merupakan hal yang perlu kita lakukan guna mendapatkan hasil yang maksimal. Meskipun tidaklah mutlak sebuah hasil yang baik harus selalu direncanakan, namun alangkah lebih baiknya jiika sebuah perencanaan pun dilakukan, paling tidak dijadikan sebagai bahan acuan dan pertimbangan terhadap suatu yang akan dilaksanakan.
Adapun manfaat dari perencanaan yaitu:
  1. Standar pelaksanaan dan pengawasan
  2. Pemilihan sebagai alternatif terbaik.
  3. Penyusunan skala prioritas , baik sasaran maupun kegiatan
  4. Menghemat pemanfaatan sumber daya organisasi.
  5. Membantu manajer menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan.
  6. Alat memudahakan dalam berkoordinasi dengan pihak terkait.
  7. Alat meminimalkan pekerjaan yang tidak pasti.

Ada juga tujuan dari perencanaan yaitu :
  1. Standar pengawasan, yaitu mencocokan pelaksanaan dengan perencanaan.
  2. Mengetahui kapan pelaksanaan dan selesainya suatu kegiatan.
  3. Mengetahaui siapa yang terlibat (struktur organisasinya) baik kualifikasinya maupun kuantitasnya.
  4. Mendapatkan kegiatan yang sistematis termasuk biaya dan kualitas pekerjaan.
  5. Memimalkan kegiatan-kegiatan yang tidak produktif dan menghemat biaya, tenaga dan waktu.
  6. Memberikan gambaran yang menyeluruh mengenai kegiatan pekerjaan.
  7. Menyerasikan dan memadukan beberapa  subkegiatan
  8. Mendeteksi hambatan kesulitan yang bakal ditemui.
  9. Mengarahkan pada pencapaian tujuan.
Jadi, dari uraian di atas saya menyimpulkan bahwa perencanaan itu penting karena dengan adanya perencanaan maka dapat memudahkan kita dalam memanajemen suatu kegiatan mendatang.

C. Apa yang dimaksud dengan perencanaan sosial ?
Pendefinisian perencanaan sosial sangatlah luas dimana perencanaan tersebut dilakukan untuk kepentingan masyarakat itu sendiri. Perencanaan sosial merupakan kegiatan untuk merpersiapkan masa depan kehidupan masyarakat.
Perencanaan sosial lebih bersifat preventif. Oleh karena itu, kegiatannya merupakan pengarahan pengarahan dan bimbingan-bimbingan sosial mengenai cara-cara hidup masyarakat yang lebih baik. Oleh karena itu, berbagai perencanaan sosial dibuat.Secara sosiologi, perencanaan sosial didasarkan pada perincian pekerjaan yang harus dilakukan dalam rangka mempersiapkan masa depan yang lebih baik daripada sebelumnya. Contoh, pada masa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi seperti saat ini,tentunya akan membawa dampak positif maupun negatif. Hal ini berarti diperlukan persiapan untuk menggunakan perencanaan dengan meningkatkan kemampuan masyarakat demi mencapai kemajuan.
Selain itu juga, perencanaan sosial merupakan suatu fungsi yang terorganisir dimana merupakan sekumpulan  kegiatan-kegiatan yang ditujukan untuk memberikan kemampuan pada perorangan, keluarga, kelompok, dan kesatuan-kesatuan masyarakat untuk mengatasi masalah oleh kondisi-kondisi yang selalu mengalami perubahan.

D. Mengapa perlu adanya perencanaan sosial ?
Karena dengan adanya perencanaan sosial maka program-program atau kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan dapat mencapai tujuan yang diharapkan demi berlangsungnya kesejahteraan masyarakat yang lebih baik dari sebelumnya.
Ada beberapa alasan perlunya perencanaan sosial yaitu :
  • Adanya dorongan alami yang dipelajari dalam masyarakat untuk pemenuhan kebutuhannya melandasi kelangsungan hidup masyarakat
  • Adanya interaksi dan kekuatan-kekuatan ekonomi, sosial dan politik yang sering menimbulkan keadaan yang tidak terkontrol
  • Adanya ketidakmerataan persoalan distribusi sumberdaya (pendapatan, penduduk, alam) sehingga mengakibatkan terjadi disparitas (kesenjangan)pemanfaatan sumber daya
Selain itu juga, perencanaan sosial dapat mengatasi masalah kemungkinan yang terjadinya hambatan-hambatan dalam melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan sosial.
Perlu kita ketahui, perencanaan sosial dilakukan ketika ada permasalahan-permasalahan yang terjadi di dalam masyarakat atau adanya keinginan yang belum tercapai. Oleh sebab itu, perencanaan sosial diperlukan dalam mencapai suatu tujuan yang akan dicapai.

E. Sebutkan proses perencanaan ?
Proses perencanaan menurut Banghart & Trull melalui tahapan sebagai berikut :
  1. Pendahuluan
  2. Mengidentifikasi permasalahan pendidikan
  3. Analisis area masalah perencanaan
  4. Penyusunan konsep dan rencana
  5. Mengevaluasi rencana
  6. Menentukan rencana
  7. Penerapan rencana
  8. Rencana unpan balik
Share this article :

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar anda di bawah ini. No Spam ! No Sara !

 
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Copyright © 2015. Monalia Sakwati . All Rights Reserved.
Created by Monalia Sakwati