News Update :
Home » » Editing Data

Editing Data

Penulis : Monalia Sakwati on Saturday, June 2, 2012 | 3:44 AM


EDITING DATA

Tahap editing data atau yang disebut juga tahap pemeriksaan data adalah proses peneliti memeriksa kembali data yang telah terkumpul untuk mengetahui apakah data yang terkumpul cukup baik dan dapat diolah dengan baik.

Dalam editing terhadap jawaban-jawaban tersebut perlu memperhatikan hal-hal berikut.
1.  Lengkapnya Pengisian,
Kuesioner harus diisi lengkap. Setiap pertanyaan yang diajukan harus ada jawabannya, sekalipun jawaban itu berbunyi "TIDAK TAHU" atau "TIDAK ADA PENDAPAT" atau ""TIDAK MENJAWAB". Apabila ada yang kosong, tentu pewawancara lupa menanyakan pertanyaan tersebut atau lupa menulis jawabannya. Maka, jangan sampai ada kolom jawaban yang kosong. Jawaban yang kosong akan menimbulkan kebingungan dalam pengkodean (langkah berikutnya yang nanti akan Anda pelajari).

2.  Tulisan yang Jelas/kejelasan Tulisan
Tulisan yang buruk atau acak-acakan atau sukar dibaca dapat mempersulit pengolahan data. Kesulitan ini dapat membuat peneliti salah dalam menangkap maksud jawaban, sehingga jawaban yang didapat akan sia-sia, terutama untuk jawaban terhadap bentuk-bentuk pertanyaan terbuka. Maka tulisan sedapat mungkin jelas (kalau bisa huruf cetak).

3. Kejelasan Makna Jawaban
Untuk meneliti hal ini perlu dilihat apakah pewawancara menuliskan jawaban dengan susunan yang rapi dan tulisan yang jelas. Susunan yang rapi adalah bahwa si pewawancara menuliskan jawaban dengan pola kalimat yang lengkap, jelas dan logis, kalau bisa sistematis. Ada yang diterangkan dan ada yang menerangkan.

4.  Konsistensi/keajegan dan kesesuaian antar jawaban.
Ini juga harus diperhatikan. Apakah jawaban-jawaban responden yang dicatat pewawancara cukup logis dan sesuai antara jawaban di pertanyaan yang satu dengan jawaban lain di pertanyaan yang lain? Penyebabnya mungkin saja responden berusaha menutup-nutupi sesuatu atau boleh jadi si pewawancara kurang kritis, kurang teliti mencatat jawaban atau bahkan malas untuk menanyakan lebih lanjut.
5.  Relevansi jawaban
Apabila pewawancara kurang cakap merumuskan pertanyaan yang diajukan, maka responden sering kali memberi jawaban yang ternyata tidak atau kurang bersangkutpaut dengan persoalan sebenarnya.

6.  Keseragaman Kesatuan Data
Dalam contoh itu terlihat bahwa pertanyaan dan jawaban tentu tidak relevan sehingga data/jawaban itu berbeda dengan maksud pertanyaan sebenarnya. Maka, pertanyaan tersebut tentu saja tidak dapat diolah karena jawaban tersebut tidak relevan.
Data harus dicatat dalam satuan-satuan yang seragam. Apabila tidak, kesalahan-kesalahan dalam pengolahan dan analisis data mungkin sekali akan terjadi. Bila data mengenai luas tanah, misalnya, sudah ditetapkan untuk diukur dalam satuan hektar; jangan kemudian pada kuesioner itu ditulis lagi dalam satuan ukuran lain (meter persegi, are, atau lainnya).
Pada waktu editing, apabila dalam kuesioner itu ditemui adanya cacat yang ditimbulkan oleh karena kurang diperhatikannya hal-hal di atas, maka biasanya editor berkewajiban mengembalikan kuesioner tersebut kepada pewawancara. Pewawancara bersangkutan lalu berkewajiban memperbaiki kekurangsempurnaan pengisiannya itu. Kalau perlu, penyempurnaan tersebut dilakukan dengan jalan mengulang kembali wawancara (observasi kembali).

 
DAFTAR PUSTAKA


Malo, Manasse ,dkk , 2002 . Metode Penelitian Kuantitatif . Universitas Terbuka . Jakarta.


Diakses Tanggal 15 Mei 2012, Waktu 5.30 WIB,

Diakses Tanggal 15 Mei 2012, Waktu 5.25 WIB,
http://www.pustaka.ut.ac.id/fisip/sosiologi/1039-sosi4311-metode-penelitian-kuantitatif.html

Share this article :

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar anda di bawah ini. No Spam ! No Sara !

 
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Copyright © 2015. Monalia Sakwati . All Rights Reserved.
Created by Monalia Sakwati