Friday, April 13, 2012

Institut Teknologi Sumatera didirikan di Lampung

Pernahkan kalian tahu tentang profil ITB (Institut Teknologi Bandung) yang ada di kota Bandung. Yach, mungkin ada yang tahu dan ada juga yang tidak tahu. Baiklah saya jelaskan sedikit tentang ITB.

ITB adalah Universitas yang terkenal dengan kualitas yang bagus dan duduk di peringkat ke-80 di dunia. Saat ini status ITB adalah BHMN (Badan Hukum Milik Negara).

Waauuu, saya juga pengen kuliah disana karena saya sendiri lebih suka dan bakat saya ada di dunia IT (Information Technology), tapi sayang tidak didukung oleh orang tua saya. Yach alasannya terlalu jauh dari kota Bandar Lampung, dan pandangan ortu saya karena gender saya perempuan yang nggak baik kuliah jauh-jauh, toh ujung-ujungnya susah nyari pekerjaan dan takut ada apa2nya,, Yach biasa orang tua tidak mau terjadi apa-apa dengan anak gadisnya. Ehm, No problem bagi saya yang penting saya menjalani apa yang sudah terjadi dan saya yakin ada hikmah dibalik semua itu, dan sekarang saya juga jadi menyukai dunia sosial dimana ternyata ada sebuah hal baru yang belum saya ketahui.. Alhamdulilah saya masuk juga di UNILA, salah satu Universitas Negeri yang ada di Lampung. dan juga nggak gampang masuk UNILA loh, karena banyak saingannya yang lebih berkompeten. Nah, saya jadi curhat gini,, hehehe,, Maaf yach tmn2,, Anggap saja angin yang berlalu..

Cerita di atas tadi mungkin sebagai salah satu latar belakang  mengapa Institut Teknologi Sumatera didirikan, toh kita tidak perlu jauh-jauh kuliah di Bandung, di Lampung sudah ada Institut Teknologi Sumatera yang setara dengan ITB..Berarti lebih hematlah yach,, hehehe ..

Lanjut ke persoalan, Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) berencana membangun dua institut teknologi, masing-masing di Sumatera dan Kalimantan. Kedua institut itu akan serupa dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Teknologi Surabaya (ITS).Pembangunan institut teknologi di luar Jawa bertujuan untuk mempermudah akses pelajar yang ingin belajar ilmu teknik tetapi tinggal di luar Pulau Jawa. Meski pendanaan bersumber dari APBN, namun pemerintah pusat tetap meminta pemprov setempat menyiapkan lahan dan penelitian analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) oleh Badan Pengelolaan dan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPPLH).

Dari sumber yang saya baca (Lampost) tentangs Intitut Teknologi Sumatera :

PENDIDIKAN TINGGI ITS Mulai Dibangun Juni 

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Pembangunan institut teknologi Sumatera (ITS) mulai dibangun pada Juni mendatang. Pada tahun akademik 2013-2014 diharapkan ITS mulai menerima mahasiswa baru.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Tauhidi, Selasa (10-4), mengatakan pihaknya menyambut baik rencana pembangunan ITS di Lampung. Menurut Tauhidi, gedung pertama yang akan dibangun adalah rektorat. Sementara lokasi tempat dibangunnya institut ini di daerah Way Huwi, perbatasan Lampung Selatan dengan Bandar Lampung.
Menurut Tauhidi, Gubernur Lampung Sjahroedin Z.P. menargetkan pada 2013 ITS dapat melakukan penerimaan mahasiswa baru. Pada pertemuan antara tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Pemerintah Provinsi Lampung beberapa waktu yang lalu, ITB yang ditunjuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menangani pembangunan institut ini memerlukan lahan sekitar 300 hektare (ha).
Sampai saat ini, lahan yang ada baru 150 ha. Namun, dalam waktu dekat sisa 150 ha tersebut dapat dimiliki. Dalam kunjungan tersebut, tim dari ITB melakukan peninjauan lokasi dan mempelajari hal-hal yang harus diurus terkait dengan pembangunan ini.
Tauhidi menjelaskan Lampung terpilih sebagai lokasi pembangunan ITS mengalahkan Sumatera Selatan dan Sumatera Utara karena lokasi yang strategis dan besarnya dukungan dari berbagai pihak, seperti pemerintah daerah, Unila, sampai ketua DPD, dalam bentuk dukungan moral dan tertulis.
Pembangunan ITS dapat membantu mempercepat pembangunan, terutama dalam bidang pendidikan di Lampung. Saat ini, Pemprov tengah mengurus analisis mengenai dampak lingkungannya (amdal) dan perizinannya.
Tauhidi menjelaskan latar belakang pembangunan ITS terkait dengan kajian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengenai kebutuhan tenaga teknik untuk mendukung pelaksanaan pembangunan, salah satunya di Sumatera. ITB ditunjuk menangani pembangunan ITS, sedangkan Institut Teknologi Sepuluh Nopember ditunjuk untuk menangani pembangunan institut teknologi di Kalimantan.
Sementara itu, Rektor Unila Sugeng P. Harianto mengatakan pembangunan ITS ini dapat membuat Bandar Lampung menjadi kota pelajar. Banyaknya perguruan tinggi di suatu daerah dapat mendorong pembangunan di daerah tersebut dengan pesat.
Ia mencontohkan Bandung yang maju karena selain banyaknya perguruan tinggi swasata, ada juga ITB, Universitas Padjajaran, dan Universitas Pendidikan Indonesia. Begitu pula dengan Lampung, selain puluhan perguruan tinggi swasta, terdapat Unila dan Institut Agama Islam Negeri, dan akan ditambah lagi dengan ITS.
Sugeng menjelaskan Unila mendukung penuh pembangunan institut ini, karena dapat turut menampung para pendaftar yang tertarik pada pendidikan teknik ini. Setiap tahunnya, Unila terpaksa tidak menerima semua mahasiswa yang mendaftar ke Fakultas Teknik dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam karena keterbatasan kapasitas.
Dengan adanya ITS, para mahasiswa tersebut dapat tersalurkan. Sugeng menjelaskan animo calon mahasiswa sangat tinggi untuk kuliah di Lampung. Tidak hanya calon mahasiswa yang berasal dari Lampung, tapi juga dari luar daerah seperti Sumatera Utara, Bengkulu, Sumatera Selatan, Banten, dan Jakarta.
“Institut Teknologi Sumatera tidak akan mengganggu input atau calon pendaftar Unila,” kata Sugeng. Selain itu, dengan semakin banyaknya jumlah perguruan tinggi di Lampung, dapat mendorong dan memotivasi para dosen agar meningkatkan kompetensi mereka dan lebih giat melakukan riset guna memperkaya pengetahuan.
“Pasti dosen di perguruan tinggi A tidak mau kalah dengan perguruan tinggi B atau C, jadi bisa menciptakan iklim persaingan sehat diantara tenaga pengajar,” kata Sugeng. (MG4/S-3)
INSTITUT TEKNOLOGI Kualitas Sumatera Setara ITB 

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Kualitas institut teknologi Sumatera yang akan berdiri di Lampung nantinya setara dengan kualitas Institut Teknologi Bandung (ITB).
Hal itu dikemukakan Rektor ITB Akhmaloka, dalam paparannya kepada Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P. beserta jajarannya, di ruang tamu utama Pemprov Lampung, Senin (9-4).
"Menteri Muhammad Nuh mengamanatkan kepada kami untuk mengkloning ITB. Minimal, kualitas institut teknologi Sumatera harus setara dengan ITB," kata Rektor mengutip pernyataan Menteri.
Latar belakang pembangunan institut teknologi Sumatera ini berkaitan dengan amanat Presiden SBY yang menginginkan penambahan tenaga insinyur di Indonesia agar bisa menjadi negara maju di bidang industri.
"India saja saat ini memiliki 14 institut teknologi. Presiden menargetkan pada 2020 Indonesia sudah memiliki setidaknya 10 institut teknologi baru untuk menjadi negara industri," kata Akhmaloka.
Tahun ini pemerintah telah memulai pembangunan institut teknologi Sumatera dan Kalimantan. Ia menuturkan pembangunan ini merupakan program nasional yang menggunakan anggaran Kementerian Pendidikan Kebudayaan yang kemudian menjadi bagian dari anggaran ITB.
Rektor menargetkan pada 2012 pembangunan awal sudah bisa dimulai, sehingga pada 2014 institut teknologi baru tersebut mulai dapat beroperasional dan menerima mahasiswa baru.
"Untuk tahun awal akan berada di bawah naungan ITB dan penerimaan mahasiswa dan dosen akan menggunakan konsep ITB. Setelah berjalan dan mampu mandiri, institut ini akan menjadi institusi sendiri," ujar dia.
Sementara Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Fahrizal Darminto, dalam paparannya, menyatakan pembangunan institut teknologi Sumatera ini sejalan dengan perencanaan tata ruang di Lampung.
Pemilihan Lampung sangat tepat melihat letaknya yang strategis secara nasional, bahkan masuk kawasan strategis internasional. "Lampung saat ini juga sudah menjadi daerah tujuan pendidikan, di mana 40% mahasiswa Unila saat ini berasal dari luar Lampung. Lulusan SMA per tahun di Lampung mencapai 55 ribu orang dengan 12 ribu per tahun terserap di perguruan tinggi," kata dia.
Gubernur Lampung menyatakan akan mendukung penuh apa pun yang dibutuhkan ITB untuk membangun institut teknologi baru ini, termasuk menyediakan lahan di eks PTPN VII di Sukarame, Bandar Lampung-Lampung Selatan. (MG1/S-2)

Begitulah teman-teman, sekelumit postingan saya.. Mohon maaf bila ada salah kata atau kata yang mungkin membuat kalian tersinggung,, Mohon dimaafkan,, Maklum saya bukanlah makhluk yang sempurna, dan tak luput dari kesalahan.. Terimakasih

Sumber : wikipedia dan lampost

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar anda di bawah ini. No Spam ! No Sara !